Cerdas & Bijak

INFO CERDAS! Kami menerima Sumbangan Buku, baru maupun layak baca. Relawan kami siap menjemput. Hub. 085691155796

jkwiranto.com

08 Februari 2009

Dekapan Ibu Memengaruhi Tingkat Stres Anak



Stres tak hanya dialami orang dewasa, anak-anak pun dapat mengalami gangguan ini. Menurut spesialis kedokteran jiwa, dr. Agung Indriany, Sp.Kj. stres dapat terjadi sejak anak dalam kandungan hingga dewasa. Jika ibu hamil mengalami tekanan berat, misalnya karena suasana keluarga yang kurang harmonis, maka akan berdampak pada janin karena hal tersebut ditransfusikan dalam janin. Janin yang dikandung akan mengalami stres cukup berat dan bila dilahirkan akan cenderung mengalami kegelisahan, murung dan marah yang akan berpengaruh pada kualitas kehidupan si anak hingga menginjak remaja.


Stres tak hanya melanda saat dalam kandungan, setelah lahir pun stres dapat terjadi. Hal itu sebagai akibat dari proses perkembangan si anak itu sendiri. Stres pada anak usia dini cenderung diakibatkan karena pola asuh orangtua serta pemenuhan kebutuhan primer seperti makan dan minum yang kurang. Anak usia dini akan rewel, sulit makan, sulit dihibur, berat badan tak normal, dan anak kurang aktif. Itu merupakan gejala anak mengalami stres.
“Mengganti pola makan pada bayi juga bisa menyebabkan stres. Misalnya, biasanya satu hari makan tiga kali, diubah menjadi dua kali akan menyebabkan rasa marah pada bayi sehingga bayi menjadi rewel,” tuturnya. Selain itu, dekapan sang ibu memengaruhi tingkat perkembangan anak terutama dalam hal menghindari stres, misalnya ibu sibuk bekerja tanpa memperhatikan dan memberikan kasih sayang, anak bisa juga terkena stres.
“Stres tak memiliki batasan usia. Anak-anak cenderung mengalami stres karena pola pikir mereka yang belum sempurna, belum mampu memisahkan antara rasio dan kenyataan, selain itu karena daya nalar kurang. Seperti acara film anak di TV, adegan film kartun yang memperlihatkan manusia digiling truk namun masih bisa berdiri, mereka anggap adalah kejadian nyata. Mereka belum bisa membedakan yang mana kenyataan dan adegan,” katanya.
Menginjak usia remaja, daya tahan anak terhadap stres makin meningkat. Agung menyebutkan, penyebab stres anak berusia 12 tahun ke atas didominir oleh pertumbuhan fisiknya. “Saat anak perempuan mengalami menstruasi pertama akan timbul rasa cemas,” katanya. Remaja pada usia ini mengalami masa perkembangan yang labil, yang dapat mengubah perilakunya, seperti tak ingin dianggap masih kecil, ingin mandiri bahkan tak ingin diatur. Untuk menghadapi hal ini, orangtua harus proaktif mengadakan pendekatan dengan si anak. Pendekatan tersebut dilakukan dengan cara berkomunikasi dengan anak layaknya sebagai teman, selain itu komunikasi antarorangtua juga harus lancar. Komunikasi dapat dilakukan dengan cara berekreasi bersama keluarga, makan bersama, atau menyempatkan waktu berkumpul antaranggota keluarga.
Jika orangtua tak mengerti saat anaknya mengalami stres, bisa menyebabkan adanya jalan buntu. Orangtua yang telah melakukan pendekatan dengan anak, akan mampu membuat anak lebih terbuka dan percaya bahwa kita sebagai orangtua adalah teman curhat terbaik. Dalam komunikasi yang telah dijalin, orangtua dapat menyisipkan suatu nasihat, menanamkan etika dan moral serta memberikan pandangan sebab-akibat. “Jadi dengan ini, tiap hendak melakukan tindakan negatif anak akan berpikir dua kali. Kita tak perlu melarang anak dengan aturan yang membuatnya tertekan sehingga mampu memicu stres,” ujarnya.
Melalui pengalaman-pengalaman yang telah dia lakukan dari kecil hingga menginjak usia remaja, serta cara kita mendidik bagaimana anak menghadapi masalah, menjadi solusi utama bagi anak menghindari stres. “Orangtua jangan terus membantu anaknya saat anaknya didera masalah. Biarkan anak belajar menyelesaikan masalahnya. Orangtua hanya bertugas memantau perkembangannya. Jika si anak sudah tak mampu, barulah peran orangtua diperlukan,” ungkapnya.
Stres terdiri dari beberapa tingkatan. Stres dalam skala ringan sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari, seperti ketika si anak akan berangkat sekolah, hujan turun dan tak ada payung. Karena waktu mendesak, anak menjadi panik sehingga timbullah rasa cemas. Solusi menghindari stres adalah dengan bersikap tak panik saat ada masalah. Rasa panik mampu membuat pikiran buntu, sehingga jalan keluar tak dapat dipikirkan. Jika perasaan tenang, masalah dapat diatasi. Stres dengan skala berat misalnya ketika anak menyaksikan orangtua bercerai atau ketika mengalami peristiwa pelecehan seksual. Sedang untuk tingkat terberat dapat berupa tragedi bom, tsunami dan memerlukan waktu lama untuk penyembuhannya. Ketiga tingkatan tersebut mampu membuat perubahan tingkah laku pada anak.
Daya tahan orang menghadapi stres berbeda-beda. Untuk itu orangtua perlu mengetahui tingkatan stres yang dialami anaknya, karena hal tersebut akan memengaruhi pola asuh orangtua terhadap anak. “Jika orangtua memiliki anak lebih dari satu, pola pengasuhannya harus dibedakan disesuaikan dengan daya tahan stresnya,” ungkap Agung. Orangtua dapat mengetahui daya tahan stres anak-anaknya dengan melihat kejadian sehari-hari.
Permasalahan yang terjadi pada remaja salah satunya adalah materi pelajaran yang menumpuk. Agar tak menimbulkan stres perlu diadakan bimbingan serta dengan adanya jadwal kegiatan bermain, belajar, hingga bersosialisasi dengan lingkungan. Hal tersebut sudah tentu harus ditaati oleh anak. Pengaturan waktu sebagai upaya menghindari rasa panik anak menghadapi segala kegiatan menumpuk, sehingga dengan jadwal waktu bermain akan ada. -lik

[+/-] Selengkapnya...

24 Januari 2009

Sayangi Palestina


video

[+/-] Selengkapnya...

18 Januari 2009

Anak dan Demonstrasi





Kak Seto: Sampaikan Aspirasi Secara Santun

Jika ingin tetap berunjuk rasa, baiknya dilakukan dalam bahasa dan cara anak-anak yang santun seperti puisi atau lagu. Jika tidak, dikhawatirkan justru akan mengajarkan anak-anak juga cinta akan perang.

---------------------

http://www.kapanlagi.com/h/0000271355.html

Pengabdian Seto Mulyadi atau yang lebih akrab dipanggil Kak Seto pada dunia anak memang tidak diragukan lagi. Namun untuk tahun 2009 ini, jadi tahun terakhir Kak Seto sebagai ketua Komnas HAM. Meski demikian, Kak Seto tak akan berhenti melakukan kiprahnya di dunia anak-anak, salah satu rencana yang bakal dilakukannya di tahun ini adalah memunculkan kembali si Komo.

"Yang pasti tahun ini ada kaderisasi karena saya mundur. Saya ingin memajukan si Komo untuk mengisi lagi kegiatan anak. Selain itu, saya juga menciptakan beberapa lagu dan hanya dituangkan saja," ungkap pegiat kepedulian anak ini saat ditemui di Blitz Megaplex, Jakarta, Kamis (15/01).

Boneka yang dilambangkan dengan Komodo ini bakal kembali menghibur anak-anak Indonesia mulai Juli mendatang. Namun beda dengan sebelumnya, Si Komo kali ini sosok yang multi talenta. "Pada 23 Juli, bertepatan dengan hari anak nasional dan sekaligus peringatan 20 tahun si Komo muncul. Ada si Komo sekarang ini bervariasi. Yah, nyanyi rock, keroncong, dan sebagainya pokoknya disesuaikan lah. Jadi lebih bervariatif. Untuk si Komo nanti akan ada sedikit perubahan warna, tetapi sedikit, warnanya mungkin lebih cerah warna hijaunya, sesuai dengan Komodo. Komo kan komodo," terang pendiri yayasan anak Nakula Sadewa ini.

[+/-] Selengkapnya...

30 November 2008

MeceT dan Anak Sekolah



Pusing memikirkan kemacetan arus lalu lintas di ibukota berimbas pada anak-anak sekolah dijadikan kelinci percobaan. Pemprov DKI Jakarta sudah membuat ancang-ancang memajukan jam sekolah di wilayah itu. Dari biasanya masuk pukul 07.00 WIB dimajukan 30 menit sehingga anak-anak sekolah di Jakarta wajib memulai jam pelajarannya pada pukul 06.30 WIB.


Sudah barang tentu, ketentuan tersebut menimbulkan pro dan kontra. Bisa saja Pemprov DKI membuat ketentuan baru, namun belum tentu dapat mengatasi kemacetan di ibukota. Sebab, kemacetan di ibukota tidak hanya pada saat jam masuk sekolah atau saat pulang sekolah, tetapi sudah terjadi setiap saat baik pagi, siang, sore hingga pukul 21.00 WIB. Setelah itu baru kelihatan jalanan lengang hingga pukul 06.00 WIB.

Justru itu, perlu dikaji lebih mendalam oleh para pakar lalu lintas dengan melibatkan berbagai pihak terkait, apakah dengan memajukan jam sekolah di pagi hari dapat menyelesaikan masalah kemacetan di ibukota. Kalau tingkat efektifnya rendah lebih baik dibatalkan saja. Sebab, memajukan jam sekolah sama halnya mengorbankan anak-anak sekolah.

Sebab, mereka sudah harus berangkat ke sekolah pukul 05.30 WIB. Tidak punya waktu lagi untuk berbedah diri, berolahraga pagi, bahkan sarapan pagi pun bisa terganggu (tak sempat lagi), belum lagi dilihat dari aspek psikologi dan keamanan harus berangkat pagi.

Hemat kita, kebijakan memajukan jam masuk anak sekolah adalah putusan sepihak. Masalahnya kemacetan di ibukota sudah berlangsung lama dan berbagai upaya dilakukan tidak banyak mengatasi kemacetan, termasuk pengadaan busway dll.

Dan kalau tidaka ada upaya sungguh-sungguh, yang benar-benar luar biasa, maka kemacetan di ibukota dipastikan akan semakin parah, sehingga pada tahun 2015 nanti diperkirakan kemacetannya sangat luar biaa sehingga begitu ke luar rumah sudah macet.

Kita sependapat dengan pengamat kebijakan publik Agus Pambagyo yang mengatakan, solusi utama mengatasi kemacetan bukanlah memajukan jam sekolah tetapi memperbaiki moda transportasi massal Jakarta agar tercipta sebuah angkutan umum yang aman dan nyaman.

Jadi, yang harus dilakukan adalah membenahi dan menciptakan transportasi massal yang aman dan nyaman agar kalangan kelas menengah ke atas mau berpindah ke kendaraan umum. Saat ini, beragam jenis kendaraan umum yang terdapat di ibukota masih belum bisa memberikan hal tersebut termasuk kendaraan andalan Pemprov DKI, yaitu busway.

Sudah harga tiketnya mahal kenyamanannya pun tidak memadai sehingga masyarakat kelas menenagah ke atas lebih memilih menggunakan mobil pribadi, sedangkan pengguna sepedamotor semakin bertambah banyak.

Tak pelak lagi, pejabat Pemprov DKI harus mau belajar ke negara-negara lain yang sudah dapat mengelola arus lalulintasnya dengan baik sehingga kemacetannya tidak parah. Yang pasti, diperlukan sarana dan prasrana transportasi yang memadai, terutama mengembangkan kebijakan transportasi massal yang sifatnya komprehensif dan tidak berpegang kepada beragam kebijakan yang sifatnya sektoral seperti terus-menerus membangun jalan layang atau menggembok kendaraan yang parkir liar.

Kita pun melihat dampak negatif memajukan jam sekolah semakin pagi, di mana secara psikologi anak akan terganggu dengan memajukan jam belajar. Anak juga tidak akan bersemangat untuk bersekolah, karena terlalu pagi.

Sehingga bersekolah menjadi semacam keterpaksaan, sebagaimana dikatakan anggota KPAI Ir Satriyandaningrum di Jakarta. Bila kemacetan lalu lintas di Jakarta dikaitkan dengan padatnya arus kendaraan saat-saat jam masuk sekolah, itu lebih pada siswa-siswa yang rumahnya jauh dari sekolah.

Nah, ke depan harus ada ketentuan rayonisasi agar siswa memilih sekolah di sekitar tempat tinggalnya. Kalau sistem rayonisasi ini berjalan dengan baik, tanpa melihat kualitas sekolahnya, seperti unggulan atau tidak, maka tidak perlu terjadi kemacetan oleh anak-anak sekolah.

Oleh karena itu, keberadaan sekolah harus tersebar ke semua wilayah, dan kualitasnya dibuat merata sehingga warga pasti memilih sekolah yang tidak jauh dari rumah. Hemat biaya, waktu, dan tidak menimbulkan kemacetan.

[+/-] Selengkapnya...

15 November 2008

Indonesia Book Fair 2008: Petualangan Lewat Dunia Kata!


Indonesia Book Fair 2008 merupakan pameran buku bertaraf Internasional. Bisa jadi, pemeran buku kali ini memang bagaikan ‘surga’ bagi khalayak masyarakat. Mulai dari buku-buku ilmiah kedokteran, sastra, hingga ke komik-komik langka, semuanya ada di sini.


Setiap tahunnya, Indonesia Book Fair selalu tampil dengan tema-tema kedaerahan. Upayanya, adalah untuk melestariakn budaya nasional dan memotivasi para penerbit local yang ada di daerah-daerah. Sejak tahun 2005 hingga 2007, Indonesia Book Fair telah mengangkat tema: The Rise of Aceh (2005), The Growth of Papua (2006) dan Gorontalo The Hidden Paradise (2007). Kini, giliran Sumatera Barat yang dilirik, kemudian temanya ditulis sebagai The Heritage of Ranah Minang.

Indonesia Book Fair 2008 digelar di Main Lobby, Jakarta Convention Centre tanggal 12 s/d 16 November 2008. Acara ini adalah pameran industri penerbitan buku bertaraf internasional dan merupakan agenda rutin tahunan dari Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI).

Dalam pidato pembukaannya, Robinson Rusdi, Ketua Panitia Indonesia Book Fair 2008 menyatakan, “ Indonesia Book Fair bukan hanya acara pameran saja, tapi juga menjadi momen yang sangat baik untuk mengajak dan memperkenalkan penulis-penulis nasional kepada khalayak ramai dan penerbit-penerbit di tanah air.”

Ini adalah yang ke-28 kalinya, Indonesia Book Fair digelar di tanah air. Dengan latarbelakang untuk meningkatkan minat baca dan kualitas Sumber Daya Manusia Indonesia, acara ini juga diisi oleh berbagai acara kreatif dan unjuk kemampuan. Diantaranya, dari penerbit Ganeca hari pertama pameran telah melaksanakan babak penyaringan test kemampuan bidang sains untuk murid-murid dari 62 SMP se-Jabodetabek.


Di sudut lain, ada lomba gambar yang juga digelar pihak panitia untuk murid-murid Taman Kanak-kanak dan Sekolah Dasar. Pesertanya di hari pertama cukup banyak, mencapai angka 50-an orang anak.

Selain itu, ada acara Book Launching, Book Review, Book Signing, Workshop Storytelling, Mini Library, dan Sumbang Buku.

Yang juga menarik untuk dilirik adalah stand yang menjual buku-buku langka. Dari mulai buku teks, hingga komik-komik karangan RA. Kosasih dan komik-komik Tintin, juga ada di sana. Ada beraneka varian buku yang tak hanya dipamerkan tapi juga dijual dengan harga yang sangat murah. Hanya dengan Rp 10.000,-, anda bisa membaca Kumpulan Esai Iwan Simatupang, bahkan buku kumpulan esai karangan Garin Nugroho.

Mau berburu buku-buku baru juga ada di sana. Datangi Indonesia Book Fair 2008, bagaikan berangkat bertualang ke negeri-negeri baru melalui dunia kata-kata! Mungkin anda akan betah berlama-lama di sana. IndofamilyNet. (ayu)

[+/-] Selengkapnya...

10 Oktober 2008

Presiden Ajak Anak Jalanan Nonton Laskar Pelangi


Kegigihan dan semangat anak-anak Belitung untuk bersekolah dalam kondisi terbatas yang tergambar dalam film Laskar Pelangi menarik perhatian Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Presiden dan Ibu Ani Yudhoyono beserta putranya Edhie Baskoro pun mengajak sejumlah anak jalanan untuk menonton bersama, di Auditorium I Blitz Megaplex, Rabu (8/10) malam.

Tampak hadir bersama juga beberapa menteri anggota Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) dan artis pendukung film tersebut menyaksikan film itu. Menteri yang ikut menonton yakni Mensesneg Hatta Rajasa, Menkominfo Muhammad Nuh, Menbudpar Jero Watjik dan Mendiknas Bambang Sudibyo serta Gubernur Bangka Belitung Eko Maulana.

Sutradara Riri Riza, produser Mira Lesmana, dan pengarang novel Laskar Pelangi Andrea Hirata ikut menemani presiden menyaksikan film tersebut. Artis pendukung film itu seperti Slamet Raharjo, Jajang C Noer, Mathias Muchus, Ikranegara, Aryo Bayu, serta penyanyi tema lagu itu Giring dari grup band Nidji juga turut hadir.
Presiden dalam kesempatan itu mengatakan, kehadirannya menyaksikan film ini adalah untuk mengapresiasi sebuah karya seni hasil kerja putra-putri bangsa.

"Kita di sini bukan pesta pora tetapi untuk memberikan apresiasi yang tinggi atas karya seni yang indah dan dukungan terhadap anak-anak," kata Presiden di tengah kelesuan ekonomi global yang juga berimbas ke Indonesia. Menurutnya, film ini menggambarkan bahwa setiap anak-anak Indonesia memerlukan kasih sayang agar bisa menjalin masa depan yang indah seperti anak-anak lain.



Ia mengatakan film tersebut membangkitkan semangat dan karakter bangsa yang ingin maju. Film Laskar Pelangi, menurut Presiden, menunjukkan karakter dan semangat anak-anak Indonesia yang gigih, berjuang merebut masa depannya.

[+/-] Selengkapnya...

28 Agustus 2008

BERSYUKUR DAN BERJUANG

Alkisah, di beranda belakang sebuah rumah mewah, tampak seorang anak sedang berbincang dengan ayahnya. "Ayah, nenek dulu pernah bercerita kepadaku bahwa kakek dan nenek waktu masih muda sangat

miskin, tidak punya uang sehingga tidak bisa terus menyekolahkan ayah. Ayah pun harus bekerja membantu berjualan kue ke pasar-pasar."Apa betul begitu, Yah?" tanya sang anak.

Sang ayah kemudian bertanya, "Memang begitulah keadaannya, Nak. Mengapa kau tanyakan hal itu anakku?"

Si anak menjawab, "Aku membayangkan saja ngeri, Yah. Lantas, apakah Ayah pernah menyesali masa lalu yang serba kekurangan, sekolah rendah dan susah begitu?"

Sambil mengelus sayang putranya, ayah menjawab, "Tidak Nak, ayah tidak pernah menyesalinya dan tidak akan mau menukar dengan apa pun masa lalu itu. Bahkan, ayah mensyukurinya. Karena, kalau tidak ada penderitaan seperti itu, mungkin ayah tidak akan punya semangat untuk belajar dan bekerja, berjuang, dan belajar lagi, hingga bisa berhasil seperti saat ini."

Mendapat jawaban demikian, si anak melanjutkan pertanyaannya, "Kalau begitu, aku tidak mungkin sukses seperti Ayah, dong?"

Heran dengan pemikiran anaknya, sang ayah kembali bertanya, "Kenapa kau berpikir tidak bisa sukses seperti ayah?"

"Lho, kata Ayah tadi, penderitaan masa lalu yang serba susahlah yang membuat Ayah berhasil. Padahal, aku dilahirkan dalam keluarga mampu, kan ayahku orang sukses," ujar si anak sambil menatap bangga ayahnya. "Ayah tidak sekolah tinggi, sedangkan Ayah menyuruhku kalau bisa sekolah sampai S2 dan menguasai 3 bahasa, Inggris, Mandarin, dan IT. Kalau aku ingin sukses seperti Ayah kan nggak bisa, dong. Kan aku nggak susah seperti Ayah dulu?"

Mengetahui pemikiran sang anak, ayah pun tertawa. "Hahaha, memang kamu mau jadi anak orang miskin dan jualan kue?" canda ayah.

Digoda sang ayah, si anak menjawab, "Yaaaah, kan udah nggak bisa memilih. Tapi kayaknya kalau bisa memilih pun, aku memilih seperti sekarang saja deh. Enak sih, punya papa mama baik dan mampu seperti papa mamaku hehehe."

Sang ayah lantas melanjutkan perkataannya, "Karena itulah, kamu harus bersyukur tidak perlu susah seperti ayah dulu. Yang jelas, siapa orangtua kita dan bagaimana keadaan masa lalu itu, kaya atau miskin, kita tidak bisa memilih, ya kan? Maka, ayah tidak pernah menyesali masa lalu. Malah bersyukur pada masa lalu yang penuh dengan penderitaan, dari sana ayah belajar hanya penderitaan hidup yang dapat mengajarkan pada manusia akan arti keindahan dan nilai kehidupan. Yang jelas, di kehidupan ini ada hukum perubahan yang berlaku. Kita bisa merubah keadaan jika kita mau belajar, berusaha, dan berjuang habis-habisan. Tuhan memberi kita segala kemampuan itu, gunakan sebaik-baiknya. Dimulai dari keadaan kita saat ini, entah miskin atau kaya. Niscaya, semua usaha kita diberkati dan kamu pun bisa sukses melebihi ayah saat ini. Ingat, teruslah berdoa serta berusaha. Belajar dan bekerjalah lebih keras dan giat. Maka, cita-citamu akan tercapai."

Pembaca yang budiman,
Pikiran manusia tidak mungkin mampu menggali dan mengetahui rahasia kebesaran Tuhan. Karena itu, sebagai manusia (puk nen sien cek) kita tidak bisa memilih mau lahir di keluarga kaya atau miskin. Kita juga tak bisa memilih lahir di negara barat atau di timur dan lain sebagainya.

Maka, jika kita lahir di keluarga yang kaya, kita harus mampu mensyukuri dengan hidup penuh semangat dan bersahaja. Sebaliknya, jika kita terlahir di keluarga yang kurang mampu, kita pun harus tetap menyukurinya sambil terus belajar dan berikhtiar lebih keras untuk memperoleh kehidupan lebih baik. Sebab, selama kita bisa bekerja dengan baik benar dan halal, Tuhan pasti akan membantu kita! Ingat, bahwa Tuhan tidak akan merubah nasib seseorang, tanpa orang itu mau berusaha merubah nasibnya sendiri.

Terus berjuang, raih kesuksesan!
Salam sukses luar biasa!!!

[+/-] Selengkapnya...

22 Agustus 2008

TORPIN (Motor Pintar)


Pemberdayaan masyarakat merupakan salah satu target pembangunan Indonesia. Pemberdayaan masyarakat harus dikembangkan oleh semua pihak.

Pemberdayaan tersebut dapat dilakukan dalam berbagai sektor terutama sektor pendidikan. Melalui pemberdayaan pendidikan diharapkan masyarakat dapat memperoleh berbagai pengetahuan yang dapat digunakan untuk memahami dan memanfaatkan berbagai potensi yang dimilikinya.


Pemberdayaan pendidikan harus dilakukan pada semua jenjang usia terlebih pada masa anak-anak. Pada masa anak-anak merupakan masa yang paling potensial untuk membangun potensi manusia. Masa anak merupakan masa terjadinya pembentukan sel-sel otak yang berfungsi mengembangkan berbagai kecerdasan. Demikian penting masa tersebut seharusnya lingkungan memberi yang terbaik untuk berkembangnya berbagai kecerdasan yang dimiliki anak.
Data statistik menunjukkan jumlah anak di Indonesia usia 0-10 tahun sebanyak 28 juta jiwa. Dan baru 7 % tersentuh oleh pendidikan dan sebagian besar tersebar di wilayah pedesaan. Dengan demikian masih cukup banyak anak-anak Indonesia yang membutuhkan sentuhan pendidikan.


motor pintar
Motor Pintar
Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu (SIKIB) bekerja sama dengan Universitas Negeri Jakarta turut berperan serta dalam pemberdayaan tersebut melalui Program Motor Pintar. Hadirnya program Motor Pintar merupakan salah satu upaya yang dilakukan untuk membantu masyarakat yang sulit dijangkau karena letak geografis dalam memperoleh pendidikan dan informasi terutama didaerah Indonesia.


Program Motor Pintar merupakan program layanan pendidikan non formal dilakukan melalui penyediaan sarana pembelajaran pada motor. Dirancang dengan strategi pembelajaran yang penuh makna dan menyenangkan bagi peserta didik khususnya anak usia 4-15 tahun. Dengan Motor Pintar ini akan dijangkau daerah-daerah terpencil dan berada diwilayah pedalaman yang sulit dicapai dengan mobil.
http://www.indonesiapintar.or.id

[+/-] Selengkapnya...

16 Agustus 2008

Refleksi Kemerdekaan 63 tahun RI


Arti bebas dari pepatah tersebut adalah tidak ada seorangpun yang bisa memberi dari ketiadaannya. Jadi seseorang tidak akan bisa memberi derma ke pengemis dan orang yang tak mampu jika ia sama sekali tidak punya uang.


Sesedikit yang kita punya kita harus memberikan ke orang lain yang membutuhkan. Contoh di segelintir kelompok masyarakat Jawa yang masih menyediakan kendi-kendi berisi air minum untuk para musafir diluar rumahnya. Bagi saya ini sebenarnya essensi service excelent sesungguhnya. Tanpa diminta mereka telah memberi walaupun nilai air minum itu kecil namun efeknya besar untuk orang yang kehausan. Namun entah benar atau tidak karena berbagai hal yang terjadi kebiasaan itu telah tergeser. Bayangkan jika spirit service dan sikap saling bantu itu terimplementasikan di ruang kerja, yang ada dalam bayangan saya adalah tim super solid.

Namun apa lacur, seringkali persepsi terhadap partner kerja malah terbalik dan berganti dengan berbagai pikiran dan persepsi negatif yang terkadang tanpa sengaja telah menjerumuskan orang lain kepada hal-hal negatif, misal jika ada karyawan baru yang masuk ke lingkungan kerja kita, pikiran negatif kita memandang mereka ini akan menggeser posisi kita sehingga perlu diperlakukan dengan cara dan tekanan kerja khusus. Akibatnya sebaik apapun orang baru itu ia tidak dapat berkembang menjadi hebat (great) dalam bekerja jika di lingkungan kerjanya penuh dengan tekanan bahkan amarah. Ibaratnya batu keraspun jika ditetesi air terus menerus dapat mengikis batu. Bukannya membuat mereka bersemangat dan semakin profesional kita telah membuat mereka semakin kabur akan arti spirit kerja total dan loyal. Pelan namun pasti mereka akan mencontoh peran sebagai seorang yang terus menekan orang lain dan tidak mampu mengendalikan emosinya. Atau mereka bisa berada di kutub yang berlawanan sebagai seorang yang terus menerus ditekan dan tidak akan pernah berkembang. Imbasnya langsung bisa terlihat kepada ketidaknyaman kerja dan turn over karyawan di lingkungan kerja kita yang tinggi.

Dalam lingkungan kerja seperti itu kita dengan mudah menemui orang-orang yang terkena masalah neurotic junk (orang yang mudah sekali terganggu dengan masalah-masalah yang sepele/ sampah) dan psikosomatis (kondisi tubuh yang terganggu akibat beban pikiran dan rasa cemas yang berlebihan). Apapun bentuk akhirnya kesimpulan umum dari kondisi ini adalah (SDM) semuanya sakit dan lingkungan kerja penuh dengan trauma. Sakit dan trauma ini muncul karena problem yang terjadi hanya ditahan (holding on) tidak pernah dilepaskan (letting go). Ini menjadi salah satu pekerjaan rumah besar bagi rekan-rekan yang bekerja di lingkungan Human Resources.

Trauma bisa terjadi karena proses latihan yang terus menerus dari lingkungan kerjanya seperti atasan yang tidak mudah menerima keadaan, arogan dan terlalu menuntut, lingkungan yang penuh dengan ambisi pribadi dan saling sikut, dan banyak hal di lingkungan kerja yang membuat diri kita selalu terkungkung dan tidak pernah maju. Saya teringat pada suatu peristiwa saat direktur marah ke salah seorang rekan dengan membanting laporan kerjanya. Hari itu juga ia keluar. Saat itu ia berkata harga dirinya telah direndahkan dan dibanting. Padahal tidak ada harga diri yang dibanting hanya kertas laporan. Dari sana kita memetik pelajaran dimana untuk sembuh kita harus mau belajar hal lain, jangan terus berkutat pada masalah yang terjadi.

Saya berpikir jika banyak di Indonesia berperilaku seperti itu apa jadinya SDM kita. Cobalah kita tengok di dunia ini, Singapura yang gurunya saja dulu di masa Sukarno harus import dari Indonesia atau Jepang yang hancur lebur dan porak-poranda setelah di bom atom, dan China yang terkungkung puluhan tahun. Bangsa-bangsa ini daripada terus berpikir negatif kurang SDM, kurang sumber daya alam, atau terbelakang, struktur ekonomi lemah, mereka ternyata memilih terus berpikir positif dan disiplin menata kehidupannya sehingga keinginan menjadi lebih baik, terus maju dan berkembang dapat terwujud. Mereka bukan lagi menjadi negara berkembang namun telah menjadi bangsa hebat. Jadi bukankah contoh ini bisa menjadi bukti pentingnya sikap positif dan terus mengembangkan dirinya bukan untuk sampai kepada good saja namun menjadi great.

Jim Collins di buku terlarisnya Good to Great menulis, “Baik (good) adalah musuhnya hebat (great).” Artinya, apabila kita ingin hebat (great), maka kita tidak boleh merasa sudah cukup baik (good). Begitu kita (bangsa Indonesia) merasa sudah cukup baik, biasanya kita akan enggan untuk memperbaiki diri. Dengan kata lain, merasa sudah cukup baik bisa meninabobokan kita, sehingga kita tak akan pernah menjadi hebat. Maka teruslah berkembang bangsaku, jangan utang lagi namun berikanlah juga setetes air untuk dunia, jangan bertengkar lagi temanku, bersatulah bangun negeri ini. Dan semua itu bermula dari anda yang tergerak dan terus menerus membuat jejaring yang semakin luas. Dirgahayu 63 tahun negeriku tercinta.




STATISTIK REVENUE




Photobucket

[+/-] Selengkapnya...

Anggaran Pendidikan 2009


Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan, pada tahun 2009 Departemen Pendidikan Nasional direncanakan memperoleh anggaran sebesar Rp52 triliun.
“Alokasi ini belum mencakup tambahan anggaran pendidikan sebesar Rp46,1 triliun yang kami usulkan pada Nota Keuangan Tambahan,” kata Presiden dalam pidato kenegaraan serta keterangan pemerintah atas RUU APBN 2009 beserta nota keuangannya di depan Rapat Paripurna DPR RI, Jakarta, Jumat.
Anggaran untuk Departemen Pendidikan Nasional itu jauh lebih besar daripada anggaran untuk Departemen Pekerjaan Umum sebesar Rp35,7 triliun, Departemen Pertahanan Rp35 triliun, Polri Rp25,7 triliun, Departemen Agama Rp20,7 triliun, Departemen Kesehatan Rp19,3 triliun, dan Departemen Perhubungan Rp16,1 triliun.
Anggaran itu, kata Presiden, disusun berdasarkan prioritas Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2009 dan mempertimbangkan tugas pokok dan fungsi Kementerian Negara/Lembaga dalam RAPBN tahun 2009.
“Alokasi yang besar pada anggaran pendidikan untuk Departemen Pendidikan Nasional dan Departemen Agama adalah guna menuntaskan pelaksanaan program wajib belajar pendidikan dasar sembilan tahun,” kata Kepala Negara pada rapat paripurna yang dipimpin Ketua DPR Agung Laksono itu.
Anggaran tersebut, menurut Presiden, juga ditujukan untuk menaikkan kesejahteraan guru secara signifikan.
“Dengan anggaran pendidikan yang Alhamdulillah sudah mencapai 20 persen dari APBN kita, kita berharap untuk dapat meningkatkan mutu pendidikan di negeri ini, guna membangun keunggulan dan daya saing bangsa di abad 21 ini,” katanya.
Anggaran Departemen Pekerjaan Umum dan Departemen Perhubungan terutama untuk peningkatan pembangunan sarana dan prasarana moda transportasi serta rehabilitasi dan pemeliharaan jalan dan jembatan, kata Presiden.
Sedangkan prioritas alokasi anggaran Departemen Pertahanan dan Kepolisian Negara Republik Indonesia ditujukan untuk menjaga kedaulatan NKRI, serta pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat.
Sementara prioritas alokasi anggaran Departemen Kesehatan ditujukan untuk peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat, katanya.
PRESIDEN: ANGGARAN PENDIDIKAN 20 PERSEN DARI RAPBN 2009
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan anggaran pendidikan yang dianggarkan pada RAPBN tahun 2009 akan mencapai 20 persen, seperti yang diamanatkan UUD 1945, apalagi pendidikan tetap menjadi prioritas utama.
“Kita telah memenuhi anggaran pendidikan sebesar 20 persen dari APBN sebagaimana yang diamanatkan oleh konstitusi,” kata Presiden.
Yudhoyono menyebutkan jika pada tahunb 2005 anggaran pendidikan baru mencapai Rp78,5 triliun maka angka itu naik hampir dua kali lipat menjadi Rp154,2 triliun pada tahun 2008.
Anggaran pendidkan antara lain akan dimanfaatkan untuk merehabilitasi gedung-gedung sekolah dan membangun puluhan ribu kelas serta ribuan sekolah baru.
Sekalipun anggaran pendidikan telah naik apalagi disertai Bantuan Operasional Sekolah atau BOS, namun pemerintah menyadari bahwa masih banyak keluarga di tanah air yang tidak mampu mengirimkan anak-anak mereka ke sekolah.
“Pemerintah mengatasi masalah ini dengan memberikan bantuan langsung tunai kepada keluarga miskin, dengan syarat anak-anak mereka tetap harus masuk sekolah. BLT bersyarat ini, dikenal sebagai Program Keluarga Harapan (PKH) yang telah dilaksanakan di 73 kabupaten/kota,” tegas Presiden.
Selain itu, pemerintah akan menyediakan beasiswa untuk lebih dari satu juta siswa SD/MI, lebih dari 600.000 siswa SMP/MTs, 900.000 siswa SMA/SMK/MA dan lebih dari 200.000 mahasiswa PT/PTA.
“Sebagian besar siswa dan mahasiswa tersebut, berasal dari keluarga tidak mampu,” demikian rincian yang diberikan Kepala Negara.
Khusus bagi para siswa yang berhasil meraih medali emas dalam olimpiade berbagai cabang ilmu pengetahuan, maka pemerintah akan memberikan beasiswa untuk menuntut ilmu di universitas mana pun di seluruh dunia sampai mencapai gelar doktor.
“Kita berharap pada masa depan, akan ada putra-putri Indonesia yang berada pada garis terdepan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dunia, bahkan kalau bisa meraih hadiah nobel,” kata Kepala Negara yang bergelar doktor ini .
ANGGARAN PENDIDIKAN 2009 RP224 TRILIUN
Pemerintah mengalokasikan Rp224 triliun dalam RAPBN 2009 sebagai anggaran pendidikan untuk memenuhi kewajiban 20 persen alokasi dari APBN.
“Anggaran pendidikan itu sebesar Rp224 triliun dan itu secara komprehensif dari APBN dan APBD,” kata Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Departemen Keuangan Anggito Abimanyu dalam sebuah wawancara di jaringan televisi nasional sebelum pembacaan pidato Presiden, Jumat.
Sementara itu Dewan Perwakilan Rakyat memberikan respons positif atas keputusan Mahkamah Konstitusi beberapa hari lalu yang meminta pemerintah untuk segera memenuhi alokasi anggaran pendidikan di dalam APBN 2009 sebesar 20 persen.
“Apabila nanti di dalam Undang-Undang APBN 2009 ternyata anggaran pendidikan tidak juga mencapai 20 persen dari APBN dan APBD maka MK cukup menunjuk putusan ini membuktikan bahwa UU APBN itu inkonstitusional,” kata Ketua DPR Agung Laksono saat membuka rapat paripurna pembukaan masa sidang pertama 2008-2009.
Untuk itu Agung berharap, baik pemerintah maupun panitia anggaran DPR dan komisi terkait dapat mengakomodir keputusan MK ini dalam pembahasan RAPBN 2009.
“Dengan akan dipenuhinya putusan MK itu, Dewan mengharapkan pengelolaan dana pendidikan dapat dilaksanakan secara efektif, efesien, transparan dan akuntabel,” katanya.
PRESIDEN: ANGGARAN KESEHATAN MELONJAK TIGA KALI LIPAT
Pemerintah menetapkan anggaran di bidang kesehatan tahun 2008 sebesar Rp16 triliun, meningkat hampir tiga kali lipat dari anggaran bidang yang sama pada 2005 yang sebesar Rp5,8 triliun.
“Sebagian besar anggaran digunakan untuk menggulirkan pelayanan kesehatan di Puskesmas, Posyandu, atau melalui Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas),” kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Menurut Presiden, hingga kini program Jaminan Pemeliharaan Kesehatan bagi masyarakat kurang mampu telah melayani 76,4 juta jiwa.
Sedangkan untuk lebih meningkatkan keterjangkauan masyarakat terhadap obat, Pemerintah telah menurunkan harga obat generik secara substansial dari tahun ke tahun.
“Pemerintah juga melakukan revitalisasi program Keluarga Berencana (KB) yang sempat terbengkalai setelah krisis yang lalu,” katanya.
Selama tiga tahun terakhir, pencapaian positif program KB sudah mulai terlihat, yang tercermin dari peningkatan peserta baru KB dari 4,2 juta tahun 2005 menjadi 5,7 juta peserta pada 2007.
“Program KB harus terus digiatkan dan tingkatkan, demi menjaga agar kecenderungan laju pertumbuhan penduduk semakin rendah. Untuk itu, kerjasama dan keterpaduan upaya dengan pemerintah daerah mutlak diperlukan,” katanya.
Dalam era otonomi daerah, pemerintah daerah berada di garis depan, dalam sosialisasi dan implementasi program KB.
Untuk mewujudkan keadilan dan kesetaraan gender, Pemerintah melakukan peningkatan akses dan partisipasi perempuan dalam pembangunan.
Terkait meningkatkan perlindungan perempuan dan anak, Kepala Negara mengatakan, pemerintah membentuk Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak, Pusat Krisis Terpadu, dan Ruang Pelayanan Khusus di sejumlah provinsi dan kabupaten/kota.
“Peranan kaum perempuan di sektor publik semakin meningkat. Keterwakilan perempuan pada pemerintahan daerah meningkat 127 persen dibanding empat tahun lalu,” ujarnya.
Demikian halnya di luar pemerintahan, kaum perempuan telah tampil dan banyak memimpin terutama di dunia usaha dan organisasi sosial.
“Pemerintah mendorong dan mendukung kaum perempuan untuk berkontribusi di sektor publik sesuai dengan kemampuannya,” kata Kepala Negara.
DEPARTEMEN PERTAHANAN DAPAT RP35 TRILIUN, POLRI RP25,7 TRILIUN
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan dalam tahun 2009 Departemen Pertahanan direncanakan mendapat anggaran sebesar Rp35 triliun sedangkan untuk Kepolisian RI memperoleh Rp25,7 triliun.
“Prioritas alokasi anggaran Departemen Pertahanan dan Kepolisian Negara Republik Indonesia ditujukan untuk menjaga kedaulatan NKRI, serta pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat,” kata Presiden.
Kepala Negara menyatakan dalam menegakkan kedaulatan negara, kebijakan pertahanan negara diarahkan pada peningkatan profesionalisme dan kemampuan TNI.
Kemampuan pertahanan negara, juga terus ditingkatkan, antara lain dengan pemeliharaan kekuatan pokok minimum (minimum essential force), kesiapan alutsista (alat utama sistem persenjataan), dan terselenggaranya latihan secara teratur.
Presiden menyebutkan pada bulan Juli lalu, telah dilaksanakan Latihan Gabungan TNI yang pertama sejak tahun 1996.
“Latihan gabungan ini harus dilakukan secara berkala agar prajurit dan satuan TNI tetap siaga, profesional, dan berkemampuan tinggi, untuk mempertahankan setiap jengkal wilayah kedaulatan NKRI,” katanya pada rapat paripurna yang dipimpin Ketua DPR Agung Laksono itu.
Khusus pembangunan wilayah perbatasan, kata Presiden, dilakukan melalui pendekatan beberapa aspek terutama aspek demarkasi dan delimitasi garis batas negara, di samping melalui pendekatan pembangunan kesejahteraan, politik, hukum, dan keamanan.
“Prinsipnya adalah, wilayah perbatasan kita harus dianggap sebagai beranda depan Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan bukannya halaman belakang negara kita,” katanya.
Turun
Berdasarkan data tahun sebelumnya, anggaran Dephan pada tahun 2009 sebesar Rp35 triliun mengalami penurunan.
Pada Tahun Anggaran 2008, anggaran Dephan dan TNI tercatat sebesar Rp36,39 triliun. Anggaran tersebut hanya dapat mendukung sekitar 36 persen kebutuhan minimal Dephan dan TNI yang mencapai sekitar Rp100,53 triliun.
Dalam daftar Pagu DIPA TA 2008 TNI Angkatan Darat secara nominal memang mendapat porsi anggaran terbesar sekitar Rp16,1 triliun. Akan tetapi dana itu dialokasikan untuk 129 satuan kerja (satker).
TNI Angkatan Laut dialokasikan sebesar Rp 5,5 triliun yang akan didistribusikan ke 47 satker dan untuk TNI Angkatan Udara menerima alokasi anggaran sebesar Rp 3,98 triliun, yang didistribusikan ke 58 satker.
Untuk Dephan, yang mendapat alokasi anggaran sebesar Rp6,3 triliun, besaran dana itu didistribusikan hanya ke dua satker yang ada. Sementara untuk Mabes TNI, dari total alokasi anggaran yang diterima sebesar Rp4,5 triliun, besaran itu didistribusikan untuk 11 satker.
35 Tokoh Terkemuka Dunia Hadiri Sidang Pidato SBY
Sekitar 35 tokoh terkemuka dunia dari berbagai negara menghadiri acara pidato Presiden SBY di Gedung DPR/MPR. Mereka berasal dari berbagai profesi.
“Para tokoh tersebut terdiri dari militer, pengusaha, akademisi, politisi, dan lain sebagainya,” ujar Ketua DPR Agung Laksono dalam sambutannya menjelang pidato Presiden SBY tentang nota keuangan RAPBN 2009 di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Jumat (15/8).
Secara khusus, Agung Laksono juga mengundang parlemen Myanmar dan Palestina. Namun, undangan dari Palestina tidak bisa hadir.
“Parlemen Palestina sedianya akan hadir. Namun karena situasi dalam negeri tidak memungkinkan, akhirnya mereka tidak bisa hadir,” jelas Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini.
Dalam kesempatan ini Agung juga berjanji akan segera menindaklanjuti surat Presiden SBY mengenai beberapa RUU yang harus segera dibahas DPR. Beberapa RUU tersebut di antaranya, RUU tentang pencalonan Dewan Energi Nasional, RUU tentang Badan Koordinasi Perlindungan Konsumen, dan RUU Tindak Pidana Korupsi.
“Menanggapi surat ini dewan akan segera memprosesnya sesuai dengan tata tertib yang berlaku,” pungkasnya.
SBY tiba di gedung DPR pukul 08.50 WIB bersama Wapres JK. Rombongan ini disambut Agung Laksono. Pukul 09.00 WIB, Agung membuka masa sidang DPR setelah lagu Indonesia Raya dan Mengheningkan Cipta berkumandang. (Ant/detikcom/o)



STATISTIK REVENUE




Photobucket

[+/-] Selengkapnya...